Menjalankan Laravel Secara Lokal: Panduan Lengkap dengan FlyEnv
Menyiapkan Laravel biasanya melibatkan pemilihan versi PHP, aturan rewrite Nginx, dan masalah izin folder. Dengan FlyEnv, Anda dapat membuat proyek, menyiapkan situs, serta menjalankan layanan yang diperlukan dari satu aplikasi.
Panduan ini mencakup pembuatan proyek baru dan penyiapan proyek Laravel yang sudah ada.
Mulai Cepat: Buat Proyek Laravel di FlyEnv
Metode 1: Pemasangan Laravel Sekali Klik
FlyEnv dapat membuat proyek Laravel baru beserta dependensinya secara otomatis.
Langkah 1: Buat Proyek Baru
- Buka FlyEnv dan pilih modul Host.
- Klik tombol New Project.

Langkah 2: Konfigurasikan Proyek
Pilih jalur proyek, versi PHP, dan versi Laravel. Laravel 10+ membutuhkan PHP 8.1+, sedangkan Laravel 11 umumnya memakai PHP 8.2+.

Klik OK. FlyEnv akan memasang Laravel melalui Composer, menyiapkan struktur proyek dan koneksi basis data, serta membuat konfigurasi situs awal.
Langkah 3: Proyek Dibuat
Setelah selesai, proyek berada pada folder yang Anda pilih. Klik Create Host untuk membuat situs secara otomatis, atau ikuti penyiapan manual berikut.

Metode 2: Proyek Laravel yang Sudah Ada
Jika Anda sudah mempunyai repositori Laravel, lanjutkan ke bagian Membuat Situs.
Membuat Situs
Baik proyek dibuat dari FlyEnv maupun di-clone dari Git, Anda perlu membuat situs untuk menyajikannya.
Langkah 1: Tambahkan Situs
- Buka modul Host.
- Klik Add, atau pilih Create Host dari proses pembuatan proyek.
Langkah 2: Konfigurasikan Situs
Untuk Laravel, root harus menunjuk ke folder public, bukan root proyek.
| Bidang | Nilai | Contoh |
|---|---|---|
| Host Name | Domain lokal | laravel.test |
| Root Path | Jalur menuju public | /Users/you/projects/example-app/public |
| PHP Version | Sesuai kebutuhan proyek | 8.2 atau 8.3 |
| Port | Port HTTP | 80 |

index.php Laravel berada dalam public/. Mengarah ke root proyek dapat mengekspos berkas sensitif seperti .env.
Langkah 3: Atur URL Rewrite
Laravel membutuhkan rewrite agar semua request aplikasi diarahkan ke index.php.
Nginx
Pilih Laravel dari daftar Nginx URL Rewrite di FlyEnv. Konfigurasinya setara dengan:
location / {
try_files $uri $uri/ /index.php$is_args$query_string;
}Aturan tersebut menyajikan berkas atau direktori bila ada, dan selain itu meneruskan request beserta query string ke front controller Laravel.
Apache
Apache memakai .htaccess. FlyEnv dapat membuatnya saat proyek baru dibuat. Untuk penyiapan manual, buat public/.htaccess:
<IfModule mod_rewrite.c>
<IfModule mod_negotiation.c>
Options -MultiViews -Indexes
</IfModule>
RewriteEngine On
# Handle Authorization Header
RewriteCond %{HTTP:Authorization} .
RewriteRule .* - [E=HTTP_AUTHORIZATION:%{HTTP:Authorization}]
# Redirect Trailing Slashes If Not A Folder...
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteCond %{REQUEST_URI} (.+)/$
RewriteRule ^ %1 [L,R=301]
# Send Requests To Front Controller...
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteRule ^ index.php [L]
</IfModule>Caddy
Caddy tidak memerlukan konfigurasi tambahan untuk banyak proyek Laravel; pengaturan default Caddy biasanya sudah menangani front controller dengan benar.
Langkah 4: Konfigurasikan Basis Data
Jika aplikasi menggunakan basis data:
- Jalankan MySQL atau PostgreSQL pada FlyEnv.
- Buat basis data dari antarmuka Database.
- Perbarui
.env:
DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=your_database_name
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=root- Jalankan migrasi:
php artisan migrateMenjalankan Aplikasi Laravel
Jalankan Layanan yang Diperlukan
Nyalakan modul berikut:
- PHP dengan versi yang cocok untuk proyek.
- Nginx, Apache, atau Caddy.
- MySQL atau PostgreSQL bila proyek memakai basis data.
Buka Situs
Klik tautan situs pada panel Host atau buka domain lokal di browser. Halaman sambutan Laravel akan tampil bila konfigurasi telah benar.


Debug dan Log
Log Aplikasi
Log Laravel berada pada storage/logs/laravel.log:
tail -f storage/logs/laravel.logLog Server Web
Pilih situs pada modul Host dan buka tab Logs untuk melihat access log serta error log secara langsung.

Masalah yang umum diperiksa:
- Galat 500: baca log Laravel.
- Galat 404: periksa aturan URL rewrite.
- Permission denied: periksa izin
storage/danbootstrap/cache/.
Masalah Laravel yang Umum
The Stream or File Could Not Be Opened
Penyebabnya biasanya izin pada folder storage/. Pada macOS/Linux, jalankan:
chmod -R 775 storage
chmod -R 775 bootstrap/cacheDi Windows, pastikan pengguna Anda memiliki izin tulis pada kedua folder tersebut.
No Application Encryption Key Has Been Specified
php artisan key:generateKoneksi Basis Data Ditolak
- Pastikan MySQL/PostgreSQL berjalan di FlyEnv.
- Pastikan basis data ada dan kredensial
.envbenar. - Gunakan
127.0.0.1, bukanlocalhost, bila koneksi lokal mengalami masalah socket atau IPv6.
CSS atau JavaScript Tidak Dimuat
Jalankan Vite development server atau build aset:
npm install
npm run devUntuk build produksi:
npm run buildJika muncul Vite manifest not found, jalankan npm run build untuk menghasilkan manifest.
Konfigurasi Lanjutan
Banyak Versi PHP
Untuk menguji upgrade Laravel, pasang beberapa versi PHP di FlyEnv, edit pengaturan situs, pilih versi yang ingin diuji, lalu mulai ulang layanan.
SSL atau HTTPS Lokal
Edit situs, aktifkan Use SSL, pilih Auto SSL, lalu buka https://laravel.test. HTTPS penting untuk service worker, secure cookie, integrasi pembayaran, dan fitur PWA.
Queue Worker
php artisan queue:workGunakan Supervisor atau service FlyEnv bila worker harus tetap berjalan.
Scheduler
Tambahkan ke cron sistem setiap menit:
* * * * * cd /path/to/project && php artisan schedule:run >> /dev/null 2>&1Atau gunakan fitur scheduler FlyEnv bila tersedia pada konfigurasi Anda.
Checklist Deployment Produksi
Sebelum memindahkan proyek dari lingkungan lokal:
- [ ] Atur
APP_ENV=productiondanAPP_DEBUG=falsepada.env. - [ ] Gunakan
APP_KEYyang kuat. - [ ] Atur kredensial basis data produksi.
- [ ] Konfigurasikan worker antrean serta scheduler.
- [ ] Jalankan
composer install --optimize-autoloader --no-dev. - [ ] Jalankan
php artisan config:cache,route:cache, danview:cache. - [ ] Atur izin berkas dan sertifikat SSL dengan benar.
Pertanyaan Umum
T: Versi PHP mana yang dipakai Laravel?
J: Laravel 11 memerlukan PHP 8.2+, sedangkan Laravel 10 bekerja dengan PHP 8.1+. Gunakan versi stabil terbaru yang didukung proyek Anda.
T: Dapatkah Laravel Sail dipakai bersama FlyEnv?
J: Ya, tetapi untuk lingkungan lokal native biasanya tidak diperlukan karena FlyEnv sudah menyediakan PHP, MySQL, Redis, dan Host tanpa Docker.
T: Bagaimana berpindah dari XAMPP atau Laragon?
J: Ekspor basis data, hentikan layanannya, impor proyek dan basis data ke FlyEnv, lalu perbarui kredensial .env.
T: Dapatkah beberapa aplikasi Laravel berjalan bersamaan?
J: Ya. Buat situs terpisah dengan domain atau port berbeda, misalnya project1.test dan project2.test.
T: Apakah FlyEnv mendukung Horizon?
J: Ya. Jalankan Redis pada FlyEnv kemudian gunakan php artisan horizon.
T: Apa perbedaan php artisan serve dengan FlyEnv?
J: php artisan serve memakai server bawaan PHP. FlyEnv memberikan setup Nginx, Apache, atau Caddy yang lebih mendekati lingkungan web nyata, lengkap dengan layanan dan log terkelola.